Sekarang kita kupas perwilayah dan per kelompok TKI.

Posted on

 

 

 

  1. Negara-negara Arab.

 

  1. TKI informal:

 

Untuk ketika  ini penempatan TKI informal (rumah tangga atau majikan perorangan) ke negara-negara Arab ditutup

 

  1. TKI formal.

 

Untuk TKI formal ke area  Arab dan Teluk, pembiayaan bermacam-macam. Dari yang seluruh  ditanggung oleh perusahaan sampai  yang menunaikan  sekian juta.

 

Khusus TKI formal, penempatan dapat  dilakukan di nyaris  seluruh negara Arab. Kecuali negara yang sedang berperang. Bila anda ialah  TKI berdikari  dan mendapatkan kegiatan  di negara konflik kemudian  setuju dengan gaji yang ditawarkan, dapat  saja melenggang ke Bagdad misalnya. Banyak kok yang begitu. Tapi kami, PJTKI/PPTKIS, bakal  mendapatkan sanksi keras bila   melakukannya.

 

Bahkan negara yang di media terpapar  moratorioum laksana  Arab Saudi dan Kuwait, penempatan TKI formal masih terus kami lakukan. Dan memang tak terdapat  larangan untuk tersebut  dari pemerintah kita.

 

Yang pengarang  ketahui, ditingkat PJTKI/PPTKIS, sangat  tinggi mengenakan ongkos  pada pekerja dengan skill rendah (tak dapat  berbahasa Inggris maupun Arab, latar belakang edukasi  tidak menjadi persyaratan, jenis kegiatan  yang tidak perlu  keterampilan apa-apa asal sehat jasmani  dan powerful  kerja) selama  7 juta. Itu sangat  tinggi. Gaji yang ditawarkan pun  paling selama  USD 250 perbulan. Hanya segelintir PJTKI yang mau memungut  order semacam ini.

 

Ada pula perusahaan yang mau mengongkosi  total penempatan pekerja skill rendah semacam ini tanpa potong gaji sama sekali. Mereka bahkan mewanti-wanti kami guna  tidak mengambil  apa-apa. Pengalaman saya, melulu  perusahaan Arab Saudi yang biasa begitu.

 

Namun tidak banyak  punya skill (sekali lagi ijazah hampir-hampir tak pernah menjadi pertimbangan) contohnya  tukang kayu, biaya seringkali  jauh lebih ringan, sangat  banter, paspor, medical check up plus duit  sebesar antara 1 sampai  paling tinggi 2,5 juta rupiah. Gaji juga seringkali  beda. Sekitar paling tidak   USD 320 sampai  USD 450.

 

Untuk skill yang lebih tinggi semacam mekanik, teknisi, seringkali  hanya dibebankan untuk meluangkan  paspor dengan ongkos  sendiri dan medical check up. Tapi ada pun  yang me sti membayar sampai  5 juta rupiah. Gaji pasti  saja lebih tinggi.

 

Di atas tersebut  ada lagi, dan seringkali  dari pekerja yang direkrut perusahaan migas, engineering, industri berat, perbankan, mayoritas  ditanggung oleh perusahaan. Sebagian pekerja semacam ini pun  ada yang mendapatkan kemudahan  rumah sampai  boleh membawa   keluarga.

 

Apakah terdapat  sistem potong gaji dalam penempatan TKI ke negara-negara Arab? Sebenarnya ada. Tapi kami ingin  menghindar. Masalahnya sederhana: orang bila   sudah sukses  cenderung tak sempat  pada pihak-pihak yang ikut berperan menolong  mereka secara profesional ataupun tidak. Karena nyaris  setiap orang di Indonesia sekali dalam seumur hidupnya pernah menuliskan   ‘seperti kacang tak sempat  kulit’. Makanya kami ingin  menekan klien untuk mengongkosi  sepenuhnya atau beberapa  atau kami tolak sama sekali.

 

Adalah biasa order yang terbang ke negara lain sebab  hal masalah pembiayaan. Mengapa? Pekerja dan agen Filipina dan India berani beli visa mereka. Salah satu kenalan saya dari Qatar bahkan terang-terangan lebih suka merekrut di Filipina dan India sebab  dari Filipina dia menemukan  USD 600 per orang dan dari India dapat  USD 1000. Indonesia? Minus! Sebab dia yang me sti bayar ke kami!

 

Contoh lainnya, perawat India yang hendak  mendapatkan kerja di lokasi  tinggal  sakit pemerintah Kuwait inginkan  membayar sampai  USD 15.000. Padahal pembiayaan di Indonesia yang dibebankan PJTKI tidak lebih dari 10%nya dan tersebut  sudah termasuk ongkos  penerjemahan dokumen yang seabrek. Sebagai info, kegiatan  di RS pemerintah Kuwait memang menjadi incaran sebab  gaji yang besar. Untuk tadinya  saja sudah menjangkau  15 jutaan rupiah.

 

Di Arab Saudi misalnya, ialah  biasa pekerja India melakukan pembelian  visa dengan resiko upah kecil namun  mereka dapat  cari upah yang lebih besar sebab  visa mereka dapat  ditransfer. Jadi bila   menemukan kegiatan  yang lebih baik dapat  pindah kerja. Tapi ongkos  yang mereka bayar melulu  untuk visa saja dapat  mencapai SAR 10,000 (sekitar 30 jutaan duit  kita). Itu belum termasuk ongkos  rekrut dan tiket pesawat.

 

Kami, PJTKI/PPTKIS tidak pernah mengerjakan  itu.

 

Jadi berapa sebenarnya ongkos  penempatan TKI ke negara-negara Arab?

 

Berikut kalkulasinya:

 

Paspor, yang resmi  365 – 500 ribu. Tak yang resmi ? Sangat bervariasi. Yang saya dengar terdapat  calon TKI yang membayar sampai  1,2 juta. Yang pernah kehilangan paspor justeru  lebih tinggi daripada itu. Bisa hingga  4-6 juta.

 

Medical standar GAMCA (untuk area  Arab Teluk), 1,3 juta rupiah.

 

Visa stamping (hanya Arab Saudi), USD 35

 

Legalisasi medical report (hanya UEA), USD 30

 

Asuransi (pra & purna), 400 ribu rupiah dan bila formalitas  ini dibuntuti  E-KTKLN otomotis online

 

Biaya lain-lain (transportasi, entertain dll), 400 – 500 ribu rupiah

 

Tiket pesawat ke di antara  negara Arab, anda  bulatkan saja USD 400-550 (kadang lebih tinggi kadang lebih rendah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *