Misalnya anak Anda pertama kali didiagnosis oleh dokter mengidap ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder), tentu reaksi Anda adalah tidak memercayainya. Lantas, bagaimana mungkin jika di dalam pikiran Anda Si Kecil hanyalah anak yang mudah penasaran dan sangat aktif, ternyata mengidap ADHD.

erlinahappyplay.com

Namun, bukan berarti Anda terus-terusan menolak kenyatannya tersebut. Tentu, Anda harus mengambil langkah pertama untuk mendidik dan membesarkan Si Kecil dengan kondisi ADHD. Di bawah ini sudah tersedia cara-cara sebagai therapy adhd yang bisa Anda lakukan untuk mendidik Si Kecil.

  • Jangan Menuntun supaya Si Kecil Menjadi Lebih Baik

Anak yang mengidap ADHD mungkin tidak konsisten daripada anak-anak yang normal. Misalnya saja, hari ini memperoleh nilai 90, hari selanjutnya nilainya 60. Lusa bisa saja nilainya berbeda, mungkin 80. Namun, minggu depan nilainya bisa 65.

Jika sudah begitu, kebanyakan orangtua akan berusaha untuk membuat anak bertindak secara konsisten. Padahal, yang terjadi sebenarnya, anak pengidap ADHD adalah anak-anak yang cerdas. Mereka tahu apa yang perlu dilakukan, tetapi kadang-kadang tidak tahu cara memulainya. Selain itu, kadang mereka bertindak tidak konsisten. Hal inilah yang harusnya dipahami oleh orangtua dalam menyikapi kondisi anak.

  • Jujur Kepada Anak Jika Dia Mengidap ADHD

Orangtua tidak dianjurkan merahasiakan ADHD kepada anaknya. Sebaiknya orangtua berkata jujur tentang ADHD yang diidap oleh Si Kecil. Silakan beri tahu jika ADHD terjadi bukan disebabkan kesalahan mereka atau karena kenakalan. Dengan terbuka kepada buah hati, maka Anda meringankan stigma ADHD yang menempel pada anak. Anak harus tahu keadaan mereka yang sebenarnya dan memahami jika mereka bisa mengontrol keadaan tersebut.

  • Jangan Membiarkan ADHD Membuat Anak Tidak Bertanggung Jawab

ADHD memang membuat Anda kesulitan dalam melakukan sesuatu. Namun, bukan berarti ADHD dijadikan alasan untuk bertindak tanpa pertanggungjawaban. Misalnya, anak pengidap ADHD enggan mengerjakan PR karena beralasan mengidap ADHD. Sebenarnya anak tersebut bisa mengerjakan PR meski diperlukan usaha yang lebih keras daripada anak-anak yang normal.

Mengatasi kondisi anak dengan tiga poin di atas akan memberikan pengertian jika mereka tetap bisa melakukan sesuatu. Jangan sesekali membuat mereka merasa malu mengidap ADHD.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.